Pages

Merecycle Sandal Butut

Latar belakang dari aktivitas kengangguren ini adalah tantamgan seorang teman crafter untuk membuat sandal baru, dari sandal lama. Tapi, ternyata setelah dilakukan, aktivitas kengangguren yang tak biasa ini ternyata asyik dan sangat menantang.


Inilah sandal yang saya gunakan dalam kreativitas ini. Juuueleeek dan menyedihkan ya kondisinya.
Sandal ini saya lepas bagian alas kaki dari bagian heelsnya. Bagian talinya saya buang, karena sudah sangat rusak.

Lalu saya cari-cari kain perca yg sesuai. Eh nemu potongan celana jeans yg sudah tak terpakai. Ukuran bahannya sangat pas! Saya juga suka warnanya yang biru tua, tampak serasi dipakai dengan baju casual. Nah, jadi sandal ini walau high heels, tapi bertema casual. Ok tema sudah didapat, tinggal menyesuaikan saja.


Berikutnya adalah melapisi bagian sandal yg menempel di kaki. Potong kain sesuai bentuk alas, lebihkan samping-sampingnya kurang lebih 5 cm untuk tempat menempel di bagian bawahnya. Supaya nempelnya rapi dan gampang, potong-potong bagian yg lebihnya itu, seperti gambar, lalu beri lem di seluruh bagian kain, lalu tempelkan di alas kaki. Saya menggunakan lem kuning, bisa merk castol, atau merk fox, terserah saja. Lem kuning ini sifatnya lengket, tapi lentur, sehingga cocok untuk di-apply ke sandal. Biarkan  hingga lem mengering (kurang lebih 3 jam).


Selanjutnya, buat bagian atas sandal. Model yg saya inginkan, terbuat dari 2 tali seperti ini, satu untuk kanan, satu untuk kiri.


Untuk membuatnya tinggal dililitkan saja. 1 tali untuk 1 sandal. Jangan lupa untuk mengepaskannya di kaki calon pemakainya, supaya pas betul. Oiya, karena bahan denim yg saya pakai ini punya sifat melar, maka saya bikin ukuran lilitan ini lebih kecil daripada kaki saya, supaya pas kalau dipakai, karena dia akan melar.


Bagian bawahnya saya tambahkan viselin seperti ini, untuk memperkuat tali, supaya tidak mudah jebol jika dipakai untuk berjalan. Talinya saya jahit di viselin ini, tidak hanya dilem.


Nah, beginilah posisi menempelnya bagian tali sandal dan bagian alas kaki. Yang Tampak kuning itu adalah lem. Biarkan dulu hingga lem mengering, sekitar 3-4 jam.


Selanjutnya adalah menempelkan bagian atas sandal ke sol, yaitu kebagian heelsnya. Tetap menggunakan lem kuning. Untuk menempel bagian ini memang perlu pengganjal yang erat dan tetap tak tergoyahkan. Seperti misalnya menggunakan alat seperti ini, atau bisa juga memakai kaki meja/kursi yang berat. Kalau tidak ada, bisa digunakan tali yang kuat. Proses ini butuh lem yang menyebar rata, dan ganjal yang konsisten. Biarkan sandal dalam posisi ini selama kurang lebih 6 jam, supaya lemnya betul-betul mengering.


Nah ketika lem benar-benar kering, bisa mulai dibuatkan pemanis modelnya. Saya membuat bunga sederhana ini dari bahan denim yang sama, lalu saya beri aksen mutiara hijau di tengahnya. Cantik kan... oiya, untuk menempelkan bunganya, harus dijahit dulu, tidak hanya dilem. Saya pakai lem tembak (glue gun) untuk menempel bunganya.

Saya rasa sandal ini cukup kuat dengan jenis lem yang tepat dan jumlah yang cukup banyak dan membiarkannya hingga benar-benar kering. Sandal ini butuh 24 jam dibiarkan dulu hingga lem menguat, baru bisa dipakai.

Sekarang, giliran anda mencoba melakukan recycle sandal. Baik atau buruk hasilnya, yang penting adalah pengalamannya. Menyenangkan bisa melakukan hal yang tak biasa begini. Saya harus berterima kasih pada Metta untuk ide tantangan kali ini ^_^

Tools yang saya pakai : lem kuning castol, gunting kain, jarum jahit biasa, benang jahit biasa, pengganjal, jepit besi besar (untuk menjepit bagian depan sandal selama proses pengeringan lem). 


Maria Magdalena

Hai, saya Maria, ibu dari seorang putra yang sudah menginjak usia remaja. Saya suka membuat handmade, dan saya suka membuat handmade yang memiliki nilai seni.