Pages

Tutorial Paper Piecing



Peralatan yang diperlukan: 

Penggaris add-a-quarter

Begini penampang penggarisnya

Peniti kecil sebagai pengganti jarum pentul

Tutorial:
Di tutorial ini saya menggunakan pola The Blue Butterfly yang bisa dibeli lewat toko Etsy saya

Pertama kita pelajari dulu anatomi pola:


1. Kalau dilihat pada cover pola, kupu menghadap ke kanan. Tapi kalau diperhatikan lagi polanya, kupu ternyata menghadap ke kiri. Pada pengerjaan paper piecing, kain ada di posisi kertas pola yang bersih (tidak ada print pola), itu sebabnya hasilnya jadi ter-mirror. Jadi jangan kaget kalau nanti lihat hasilnya ternyata terbalik.


2. Ini ada di halaman 5 sebagai standard print. Setelah diprint coba ukur garis ini, kalau sudah benar 1" artinya setting printer sudah benar. Kalau beda jauh dari 1", maka kudu dicek setting printernya.


3. Bentuk pola seperti ini, yg digunting adalah garis putus-putus terluar. Garis yang tidak putus-putus itu adalah posisi jahitan. Angka yg ada dalam kotak berwarna itu adalah kode warna kain. Sedangkan angka yg ada abjadnya itu menunjukkan urutan jahit. Jadi untuk blok A, yang lebih dahulu dipasang kainnya adalah blok A1, sematkan kain dengan peniti kecil atau lem. Setelah itu lanjut ke A2, jahit. Lalu lanjut ke A3, jahit. Begitu seterusnya.


4. Sekarang kita mulai dengan pengerjaan paper piecing. Setelah pola digunting semua, urutkan sesuai urutan pada halaman Panduan Penyusunan. Dengan mengurutkan ini, akan mempermudah dan mempercepat proses menjahit.


5. Gunakan jepit atau clip untuk menyatukan pola. Dijepit supaya pola tidak berhamburan, karena pola paper piecing ini ikut dijahit, kalau hilang 1 bagian saja maka harus ngeprint ulang, dan kadang setting printer bisa berubah, apalagi kalau printernya dipakai ramai-ramai, wah bisa gawat.
Tips dari saya: kalau polanya terdiri dari beberapa blok, print dulu semua bagian pola untuk semua blok, ini untuk menjaga setting printer tetap sama untuk semua blok

NOTE: harap siapkan kain yg sudah disetrika, kalau anda melihat kain saya masih lecek... jangan ditiru! Don't try that at home! Perlu kesaktian tersendiri untuk menangani kain yang gak disetrika 🤭


6. Cari abjad yg ada angka 1-nya, disitulah kita akan mulai. A1, siapkan kain untuk A1, yaitu kain biru tua (sesuai petunjuk warna)


7. Potong kain kira-kira sebesar pola plus kampuh 1/4"


8. Posisikan kain dengan membayangkan seluruh tepi2 pola tercover kain dengan kampuh 1/4". Kalau perlu diterawang di cahaya lampu seperti ini, lalu disemat dengan peniti supaya tidak berubah posisinya.
Tips: kita akan menjahit pada garis antara A1 dan A2, sehingga peniti jangan terlalu dekat dengan garis itu supaya tidak menyulitkan jalannya mesin.


9. Semat peniti di posisi ini


10. Sekarang gunakan pembatas buku atau mika yang sudah disiapkan. Pasang tepinya di garis yg akan dijahit, yaitu garis pemisah A1 dan A2.


11. Lipat kain pola sesuai posisi pembatas buku/mika. Lipatannya harus lurus garis ya... Nah inilah fungsi mika atau pembatas buku itu.


12. Lalu pasang penggaris add a quarter seperti ini. Ini fungsi dari cekungan pada penggaris add a quarter. Kalau gak ada bisa pakai penggaris transparant yg agak tebal. Ini fungsinya untuk menandai kampuh 1/4"


13. Lalu potong kampuh dengan rotary cutter


14. Kampuh jadi seperti ini.


15. Setelah itu buka lipaatan pola, siapkan kain untuk A2. Gunting kain yg kira2 cukup untuk membuat bagian A2 plus kampuh-kampuhnya.


16. Ini adalah penampakan di balik kertas pola. Luruskan satu sisi kain A2 dengan sisi kain A1 yang tadi dipotong, yaitu sisi kain yang akan dijahit sambung. Semat dengan peniti.


17. Lalu jahit garis lurus pemisah A1 dan A2. Hanya 1 garis lurus saja, usahakan jahitan tetap lurus, tidak berkelok.



18. Ingat: pakai setting panjang jahitan maksimal nomor 2. Jadinya seperti ini. Jahitan pada ujung2nya gak perlu dimatikan, biarkan saja, aman kok. Dan benangnya jangan digunting ngepres dulu ya, kasi lebihan sekitar 2 cm. Ini nanti bisa dirapikan kalau sudah selesai bloknya. Supaya lebih aman.


19. Buka kedua kain yg sudah menyatu, tekan dengan kuku pas di lipatan jahitan atau kalau telaten bisa langsung disetrika.


20. Sekarang kita lanjut ke A3 dengan cara yang sama


21. Ini jahitan hasil a3


22. Lanjutkan sampai selesai 1 blok A, lalu di-trim pas pada pinggiran pola kertas, yaitu pas pada garis pola yg putus-putus. Setelah itu disetrika, tapi kertasnya jangan dilepas dulu. Biarkan nempel sampai seluruh blok selesai dijahit dan disambung. Coba lihat gambar di atas, pola A dibandingkan dengan jahitan hasilnya, terbalik ya... begitulah nanti hasilnya.



23. Berikut adalah cara menyambung semua blok supaya presisi ambil blok yg akan disambung. Tancapkan jarum pentul di satu titik ujung di garis yang akan disambung dengan blok lainnya. Pentul ini hanya sebagai  alat bantu sementara.


24. Lalu tembuskan jarum ke blok lain yg akan disambung. Tembuskan pas pada satu titik ujung garis.


25. Lalu semat pentul di garis berikut, ini harus lurus ada dalam segaris antar 2 blok yang akan disambung itu. Setelah itu sematkan peniti pada sepanjang garis yg sama, 2 - 3 peniti (tergantung panjang garis yang perlu disambung).
Tips: harus tembus pada garis yg sama ya... supaya jahitnya lurus antara garis blok yang atas dengan blok yang di bawahnya. Begitu juga harus pas pada titik-titik ujung yang sama.


26. Kalau sudah dipeniti, jarum pentul dilepas. Selama menjahit jangan memakai jarum pentul, ini supaya presisi. Foto ini buktinya. Jarum pentul di ujung kanan membuat kertasnya mencuat ke atas, itu kalau dijahit bakal kurang presisi.


27. Hasil jahitan akan lurus garis pada blok depan dan belakang.


28. Ini adalah bagian belakang hasil penyatuan semua blok. Ini rahasia yang gak diketahui umum lho... cuma berdasarkan pengalaman dan kemudahan. Oiya, kalau sisa benang jahitan jangan terlalu pendek ya... sekitar 2 cm gitu yang pas. Supaya waktu ngelepas kertas jahitannya tidak brodol.

Setelah disambung semua, lepas kertasnya dengan hati-hati supaya jahitan tidak ikut terlepas. Lalu disetrika dengan cara ditekan.

Maria Magdalena

Hai, saya Maria, ibu dari seorang putra yang sudah menginjak usia remaja. Saya suka membuat handmade, dan saya suka membuat handmade yang memiliki nilai seni.

No comments:

Post a Comment